Perakitan metode pembelajaran membaca permulaan merupakan muara manifestasi pengambilan sejumlah keputusan. Secara umum, di dalamnya terdapat pengambilan keputusan pemilihan dan penataan bahan ajar; pemilihan media yang sesuai dengan tataan bahan ajar; penentuan langkah-langkah teknik pembelajaran; dan penentuan teknik evaluasi serta remedial.
KULTAMON ini adalah blog kuliah tambahan online yang diberikan oleh Wawan Gunawan guna mendukung perkuliahan di kelas. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh publik. Semoga bermanfaat.
Wadah elektronik yang disajikan sederhana ini merupakan komponen komplementer E-LEARNING pada Universitas Jambi yang dimaksudkan sebagai penguat perkuliahan tatap muka. Namun demikian, bila khalayak lain bermaksud memanfaatkannya, saya persilakan dengan senang hati. Semoga ikhtiar kecil ini bermanfaat. Amin.
Kepada segenap pengunjung blog ini, dimohonkan maklumnya sehubungan dengan isi blog ini belum maksimal. Isi blog ini insyaallah akan di-upload-kan berangsur-angsur sesuai dengan keadaan kebutuhan.
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL "PEMBELAJARAN BHS DAN SASTRA IND". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL "PEMBELAJARAN BHS DAN SASTRA IND". Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Februari 2012
DASAR PEMIKIRAN PERAKITAN METODE PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN
Perakitan metode pembelajaran membaca permulaan merupakan muara manifestasi pengambilan sejumlah keputusan. Secara umum, di dalamnya terdapat pengambilan keputusan pemilihan dan penataan bahan ajar; pemilihan media yang sesuai dengan tataan bahan ajar; penentuan langkah-langkah teknik pembelajaran; dan penentuan teknik evaluasi serta remedial.
REALITAS DI SEPUTAR PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN
Sudah sejak lama para pakar pendidikan membicarakan, mencari, menemukan, mengadopsi, mengsosialisasikan, dan menerapkan metode pembelajaran membaca permulaan. Namun demikian, hasil pembelajaran membaca permulaan masih selalu dibicarakan dan diprihatinkan banyak pihak. Selama hasil pembelajaran yang bersangkutan masih seperti itu, tentunya pencarian dan penerapan metode pembelajaran membaca permulaan ini tidak akan berhenti dilakukan.
Kamis, 16 Februari 2012
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF
Pada dasarnya belajar itu adalah pengubahan perilaku atau potensi perilaku yang relatif permanen yang berasal dari pengalaman (Hergenhahn, 2008:8). Potensi perilaku tersebut merujuk pada apa yang ada dalam diri pembelajar, yakni kemampuan. Segala kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan kognisi, yang merupakan muara pengetahuan. American Heritage Dictionary dalam Hergenhahn (2008:8) mendefinisikan belajar sebagai sesuatu untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman melalui pengalaman. Walaupun definisi tersebut dikecam beberapa psikolog, namun adalah nyata bahwa belajar memang untuk mendapatkan pengetahuan.
Sabtu, 07 Januari 2012
PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF MELALUI ANALISIS KOMPREHENSI IDE
Hingga kini, pembelajaran paragraf masih merupakan ‘misteri kolektif’. Banyak pakar yang sudah memikirkan efektivitas pembelajaran tersebut. Adopsi model pembelajaran dari bidang ilmu lain dan dari negara lain sudah banyak dilakukan. Konsep dalam hal model pembelajaran banyak dipikirkan, ditawarkan, diteliti, dan diterapkan. Namun demikian, saat kontrol balik dilakukan, selalu diketahui ada indikasi bahwa pembelajaran menulis paragraf masih memprihatinkan. Kualitas paragraf peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi masih di bawah harapan. Keadaan tersebut disuarakan di beberapa tempat. Ini merupakan masalah bersama, pertanyaan bersama, ‘misteri kolektif’.
Langganan:
Postingan (Atom)